Monday, March 25, 2013

Refleksi "Mathematics and Language 5"

Matematika murni dengan pendidikan matematika merupakan dua hal yang berbeda namun juga masih saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Matematika murni mempelajari matematika dengan pendekatan logika dan berpikir abstrak. Sedangkan pendidikan matematika lebih menekankan penerapan matematika untuk diajarkan atau diaplikasikan kepada orang lain, yaitu sebagai pendidik professional atau guru. Matematika murni dan pendidikan matematika saling berkaitan sebab keduanya merupakan cabang ilmu matematika, di mana pendidikan matematika menggunakan metode matematika abstrak untuk diaplikasikan dalam mengatasi masalah konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi "Mathematics and Language 4"

Matematika murni dengan matematika pendidikan pada dasarnya memang berbeda. Matematika murni lebih mendetail sedangkan pendidikan matematika lebih menekankan pada penerapan matematika dalam pembelajaran kepada orang lain. Selain itu, pada pendidikan matematika untuk siswa sekolah dasar dan menengah tentunya berbeda tingkatannya. Pada pendidikan dasar menggunakan metode mengajar abstrak sesuai dengan pola pikir siswa, lalu dilanjutkan dengan model abstrak, model formal dan matematika formal. Matematika abstrak pada pendidikan dasar mengacu pada benda-benda di sekitar anak, sehingga anak akan lebih mudah menerima dan mempelajarinya. Sehingga siswa akan memperoleh pengalaman. Dengan adanya pengalaman, siswa akan membangun intuisinya dalam belajar matematika. Peran guru hanya sebagai fasilitator siswa dalam belajar. Guru janganlah memaksakan kehendaknya kepada siswa untuk menyukai matematika.

http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/mathematics-and-language-4.html

Thursday, March 21, 2013

Refleksi "Mathematics and Language 2"


Saya sependapat dengan artikel tersebut, bahwa guru janganlah memaksakan kehendaknya kepada siswa untuk menyukai matematika, siswa berhak untuk memilih untuk menyukai matematika atau tidak. Namun, karena tugas guru adalah sebagai fasilitator siswa dalam belajar, jadi guru harus membantu siswanya yang mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan metode mengajar yang bervariatif, sehingga siswa akan tertarik untuk mempelajari matematika. Pembelajaran matematika memang berasal dari gurunya. Jadi guru harus dapat menemukan metode yang kreatif dan inovatif dalam mengajar. Dengan adanya rasa senang, siswa akan merasa perlu untuk belajar matematika dan akan lebih mudah dalam memahami materi yang di sampaikan gurunya dan tidak lagi merasa terpaksa mempelajari matematika.

http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/mathematics-and-language-2.html

Wednesday, March 13, 2013

Refleksi "Peran Intuisi dalam Pembelajaran Matematika"


Intuisi memang sangat penting peranannya dalam pembelajaran matematika. Intuisi dapat membantu siswa dalam menyelesaikan soal yang tidak perlu penjelasan dan definisi, seperti konsep pangkal, sehingga siswa dapat menyelesaikan soal tersebut dengan cepat dan tepat. Namun intuisi setiap siswa berbeda-beda berdasarkan pengalamannya. Oleh karena itu, guru sebagai fasilitator harus dapat membantu siswa dalam mengembangkan intuisinya dalam menyelesaikan soal matematika.

http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/peran-intuisi-dalam-pembelajaran.html

Monday, March 4, 2013

Refleksi "Some Problems in the Effort of Promoting Innovations of Teaching Learning of Mathematics and Sciences in Indonesia"



Dalam kegiatan pembelajaran di Indonesia pada umumnya, guru selalu menyampaikan materi pelajaran dengan metode tradisional seperti ceramah. Hal tersebut menjadikan guru lebih dominan. Padahal, dalam proses pembelajaran, seharusnya siswa lah yang lebih aktif. Sehingga siswa akan mampu mengembangkan kreativitasnya dan mampu mengerjakan soal secara mandiri. Dalam mengajar, guru janganlah membeda-bedakan siswa, meskipun

Sunday, March 3, 2013

Refleksi "IDENTIFIKASI MASALAH PSIKOLOGI MENGAJAR MATEMATIKA, PSIKOLOGI BELAJAR MATEMATIKA DAN PSIKOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA"


Berdasarkan kajian masalah psikologi mengajar matematika, psikologi belajar matematika, dan psikologi pembelajaran matematika tersebut, ternyata keadaan psikologis dapat mempengaruhi proses belajar siswa.
Masalah psikologis tersebut menjadi tugas guru dalam kegiatan pembelajarannya, terutama dengan mengetahui kondisi psokologis siswanya, guru akan