Monday, March 4, 2013

Refleksi "Some Problems in the Effort of Promoting Innovations of Teaching Learning of Mathematics and Sciences in Indonesia"



Dalam kegiatan pembelajaran di Indonesia pada umumnya, guru selalu menyampaikan materi pelajaran dengan metode tradisional seperti ceramah. Hal tersebut menjadikan guru lebih dominan. Padahal, dalam proses pembelajaran, seharusnya siswa lah yang lebih aktif. Sehingga siswa akan mampu mengembangkan kreativitasnya dan mampu mengerjakan soal secara mandiri. Dalam mengajar, guru janganlah membeda-bedakan siswa, meskipun
kemampuannya berbeda karena setiap siswa memiliki karakteristik berbeda pula.
Untuk itu, perlu diubah paradigma pembelajaran tradisional tersebut menjadi pembelajaran yang inovatif, terutama pada pembelajaran matematika dan IPA. Namun, dalam upaya mengubah cara mengajar tradisional menuju pembelajaran yang inovatif tersebut tidak mudah diterapkan. Guru masih dihadapkan dengan beberapa masalah seperti dalam mengembangkan rencana pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, dan mengembangkan LKS. Selain itu, guru harus mampu melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran, di mana siswa yang menjadi subjek belajar dan lebih berperan aktif, serta siswa dapat mengetahui sejauh mana kemampuannya menguasai materi yang diberikan gurunya.
Dengan identifikasi masalah tersebut, diharapkan guru dapat meningkatkan kemampuan mengajarnya, sehingga tujuan pembelajaran efektif dan inovatif dapat tercapai.

1 comment:

  1. That's nice. Saya lihat kurikulum yang di buat oleh depdikbud tiap-tiap periode sudah mengarah kepada ide itu sayangnya guru masih belum bisa menangkap atau kalaupun sanggup memahami mungkin ada rasa keengganan untuk melakukannya. Hal itu bisa disebabkan karena tidak tahunya cara untuk melakukan ide itu, atau mayoritas rasa malas karena sudah nyaman dengan cara mengajar yang sudah sudah.

    ReplyDelete