Kebaikan dan Keburukan adalah dua hal
yang saling Kontradiksi. Keduanya, dalam elegi di atas, menceritakan tentang
perdebatan antara kebaikan dengan keburukan. Keduanya bersikukuh dengan masing-masing
keyakinannya. Namun, dalam hidup di dunia ini perbuatan yang baik lah yang akan
membawa kagahagiaan manusia di akhirat nanti.
“Barang siapa masuk ke kubur tanpa membawa
bekal, tak ubahnya menyeberang laut tanpa perahu” (Abu Bakar ra). “Kehormatan
dunia didukung oleh harta, sedang kehormatan akhirat didukung oleh amal saleh”
(Umar Ibn Khatab ra)
“Perhatian kepada dunia menggelapkan
hati, sedangkan perhatian kepada akhirat meneranginya” (Utsman Ibn Affan ra).
“Barang siapa mencari ilmu, maka sorga akan mencarinya; dan barang siapa
mengejar dosa, maka neraka akan mengejarnya” (Ali Ibn Abi Thalib)
Untuk itu, kita haruslah meluruskan niat
kita secara ikhlas untuk bertaubat dan selalu berbuat kebaikan dengan
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Namun, tidaklah mudah orang
bertaubat itu. Ada syarat-syaratnya orang bertaubat: membaca istighfar,
menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak
akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah.
No comments:
Post a Comment