Tuesday, June 11, 2013

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 22

Kebaikan dan Keburukan adalah dua hal yang saling Kontradiksi. Keduanya, dalam elegi di atas, menceritakan tentang perdebatan antara kebaikan dengan keburukan. Keduanya bersikukuh dengan masing-masing keyakinannya. Namun, dalam hidup di dunia ini perbuatan yang baik lah yang akan membawa kagahagiaan manusia di akhirat nanti.
 “Barang siapa masuk ke kubur tanpa membawa bekal, tak ubahnya menyeberang laut tanpa perahu” (Abu Bakar ra). “Kehormatan dunia didukung oleh harta, sedang kehormatan akhirat didukung oleh amal saleh” (Umar Ibn Khatab ra)
“Perhatian kepada dunia menggelapkan hati, sedangkan perhatian kepada akhirat meneranginya” (Utsman Ibn Affan ra). “Barang siapa mencari ilmu, maka sorga akan mencarinya; dan barang siapa mengejar dosa, maka neraka akan mengejarnya” (Ali Ibn Abi Thalib)
Untuk itu, kita haruslah meluruskan niat kita secara ikhlas untuk bertaubat dan selalu berbuat kebaikan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Namun, tidaklah mudah orang bertaubat itu. Ada syarat-syaratnya orang bertaubat: membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah.

No comments:

Post a Comment