Artikel tersebut memaparkan bahwa rasa
ikhlas itu datangnya dari hati. Kita bersikap ikhlas, berserah diri kepada
Allah SWT, dan hanya mengharap ridho Allah. Cantraka Sakti masih bersikap
sombong dan merasa bahwa dirinya sudah
ikhlas, serta lebih mengutamakan logika pikiran dalam menjalankan perintah
Allah. Hal itu menunjukkan bahwa Cantraka Sakti belum ikhas dalam beribadah.
Sebab ikhlas tersebut datangnya dari hati dan niat kita dalam menjalankan
setiap kegiatan, bukan dari pikiran kita. Untuk itu, marilah kita introspeksi
diri agar kita dapat meningkatkan keikhlasan ita dan mendapatkan ridho Allah
SWT.
No comments:
Post a Comment