Pikiran
manusia sangatlah terbatas. Dan kadang pikiran manusia juga dapat berupa
fatamorgana. Pikiran itu juga mati sementara ketika tidur. Tentulah bahwa
Pikiran itu juga mati jika mati. Dalam artikel tersebut terddapat kalimat “Maka
bukankah pikiranmu itu juga harus mati ketika engkau berdoa secara ikhlas dan
khusuk. Maka tiadalah Doamu itu ikhlas dan khusyuk jika engkau dalam keadaan
mengembarakan Pikiranmu itu.” Hal itu dapat dikatakan bahwa ketika kita berdoa
dan beribadah kepada Allah, kita masih belum mampu untuk ikhlas dan khusyuk. Pikiran
kita juga sangat terbatas untuk dapat memecahkan fatamorgana pikirannya.
Berserah diri keharibaan Allah SWT seraya berdoa dengan ikhlas dan khusyuk, semoga
Allah SWT selalu melimpahkan rakhmat dan hidayah Nya. Amiin.
No comments:
Post a Comment