Dalam
setiap perbuatan kita harus berdoa dan ikhtiar agar Allah senantiasa memberikan
ridho kepada kita. Seperti dalam artikel tersebut bahwa “hatimu dan pikiranmu
itu selalu berada dalam ruang dan waktu itulah suatu ketetapan yang bersifat
tetap untuk menjamin doa-doa dan ikhtiarmu. Kongkritnya adalah bahwa manusia
itu tidak dapat mengaku dirinya sebagai telah berhati ikhlas dan telah berpikir
kritis.” Dan dalam perlombaan pasti ada pemenang dan ada yang kalah. Semua itu
tergantung pada usaha atau ikhtiar kita yang bersunggguh-sungguh disertai
dengan doa. Sebab kegagalanmu disebabkan oleh karena kesadaranmu, tetapi
keberhasilanmu juga ditentukan oleh kesadaranmu pula. Sedangkan doa-doa mu
itulah yang mengangkat dimensimu di luar kesadaranmu.
No comments:
Post a Comment